
Camat Agrabinta Ijuh Sugandi. (G. Wilantara).
CIANJUR, CianjurTerkini.com – Memasuki musim kemarau, warga di Kecamatan Agrabinta diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana seperti kekeringan, krisis air bersih, hingga kebakaran lahan dan permukiman.
Camat Agrabinta, Ijuh Sugandi, mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan air serta menjaga lingkungan untuk meminimalkan dampak musim kemarau.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air bersih dan memastikan sumber-sumber air yang ada dapat dimanfaatkan secara efektif. Selain itu, warga juga harus waspada terhadap potensi kebakaran akibat cuaca panas dan kondisi lahan yang kering,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).
Menurut Ijuh, musim kemarau tidak hanya berdampak pada ketersediaan air bersih, tetapi juga berpengaruh terhadap sektor pertanian. Karena itu, para petani diharapkan mampu mengatur pola tanam dan penggunaan air irigasi secara efisien agar produktivitas tetap terjaga.
Ia menambahkan, pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa terus memantau wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan guna memastikan penanganan cepat jika terjadi krisis air bersih.
“Kami berharap masyarakat dapat bekerja sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Selain itu, warga diminta untuk mengelola sampah rumah tangga secara bijak agar tidak berdampak pada lingkungan,” jelasnya.
Pemerintah kecamatan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk segera melaporkan kepada aparat desa atau pihak terkait apabila menemukan tanda-tanda kekeringan maupun kebakaran agar dapat segera ditangani.
“Dengan meningkatnya kesadaran dan kewaspadaan masyarakat, diharapkan musim kemarau tahun ini dapat dilalui dengan aman tanpa menimbulkan dampak yang signifikan bagi warga,” pungkasnya.
Komentar