
Momen warga di Kedunghilir, Kecamatan Cugenang saat memilah buah kolang kaling. Foto: ist.
CianjurTerkini.com – Perajin kolang kaling di Kampung Kedunghilir, Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, mencatat kenaikan omzet selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Peningkatan permintaan untuk kebutuhan takjil dan menu berbuka puasa mendorong penjualan komoditas tersebut dibanding hari biasa.
Aktivitas produksi di sentra kolang kaling Kampung Kedunghilir mulai meningkat sejak awal Ramadan. Pesanan datang dari pedagang pasar hingga warga sekitar.
Salah seorang perajin, Sayuti, mengatakan pada periode Ramadan normal dirinya mampu memproduksi sekitar satu kuintal kolang kaling per hari. “Kalau bulan puasa, penjualan memang naik karena banyak permintaan. Di luar Ramadan, biasanya lebih sepi,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Ia menjual kolang kaling langsung dari rumah produksi dengan harga Rp10.000 per kilogram. Di tingkat pasar, harga komoditas tersebut berkisar antara Rp15.000 hingga Rp17.000 per kilogram.
Dengan harga tersebut, Sayuti mengaku dapat meraup pendapatan sekitar Rp500.000 per hari selama Ramadan. Ia memperkirakan permintaan akan terus meningkat mendekati Idul Fitri.
Meski demikian, produksi tahun ini mengalami sedikit penurunan akibat keterbatasan bahan baku buah aren. Para perajin terpaksa mencari pasokan hingga ke wilayah Cipanas karena ketersediaan di sekitar lokasi semakin berkurang.
Proses pembuatan kolang kaling terbilang panjang, mulai dari perebusan biji aren selama satu hingga dua jam, pengupasan, pencucian, penumbukan, hingga perendaman selama tiga hari sebelum siap dipasarkan.
“Kendala sekarang di bahan baku. Tahun ini agak turun karena bahan tidak banyak,” kata Sayuti.
Komentar