Bencana Alam Berita Daerah Bisnis Ekonomi Infrastruktur Inspirasi
Beranda » PLTP Jawa Barat Gaspol, Alam Tetap Aman: Kepala Balai TNGGP Tegaskan Konservasi Jadi Prioritas

PLTP Jawa Barat Gaspol, Alam Tetap Aman: Kepala Balai TNGGP Tegaskan Konservasi Jadi Prioritas

 

PLTP Jawa Barat Gaspol, Alam Tetap Aman: Kepala Balai TNGGP Tegaskan Konservasi Jadi Prioritas

Tampak area kawasan kaki Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Foto: ist.

CIANJURTERKINI.COM – Upaya percepatan energi bersih di Jawa Barat menunjukkan babak baru yang semakin matang dan terukur. Di tengah dorongan pemerintah menuju energi rendah karbon dan target Net Zero Emission 2060, pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) menjadi sorotan nasional.

Namun, Balai Besar TNGGP memastikan bahwa seluruh proses berjalan selaras dengan prinsip konservasi.

Indonesia menyimpan 40–50 persen potensi geothermal dunia, dan Jawa Barat menjadi episentrum pengembangannya. Dengan kebutuhan listrik tinggi serta aktivitas industri yang masif, provinsi ini memerlukan solusi energi bersih yang stabil dan PLTP hadir sebagai jawabannya. Tidak hanya minim polusi, panas bumi mampu beroperasi 24 jam dan menjadi fondasi transisi energi nasional.

Kepala Balai Besar TNGGP, Tama, menegaskan bahwa pengembangan PLTP di kawasan taman nasional dilakukan secara sangat hati-hati. Ia menekankan bahwa ruang yang digunakan untuk kegiatan eksplorasi sangat kecil dan tidak menyentuh hutan primer.

Peternak Cianjur Didorong Naik Kelas lewat Pelatihan Silase dan Studi Banding

“Area yang digunakan hanya sekitar 0,02 persen dari total luas TNGGP. Ini adalah lahan eksisting, bukan kawasan inti hutan. Prinsip konservasi tetap menjadi landasan utama, dan masyarakat dilibatkan sebagai mitra dalam prosesnya,” ujarnya.

Menurut Tama, sejak 2022 seluruh tahapan dilakukan dengan kajian ilmiah berlapis, mulai dari survei geologi, geofisika, hingga geokimia. Pembukaan akses jalan pun diawasi ketat dan berada di zona pemanfaatan yang memang diperbolehkan secara regulasi.

Selain pengawasan ruang, aspek teknis pengembangan panas bumi juga mengikuti standar keamanan internasional. Sumur panas bumi dibangun dengan desain berlapis casing, disertai blowout preventer (BOP), pemantauan hidrologi, hingga kajian geoteknik untuk menjaga kestabilan bawah permukaan.

“Setiap tahapan eksplorasi diwajibkan menjalani evaluasi risiko. Kami memastikan tidak ada gangguan terhadap fungsi ekologis taman nasional,” ujarnya.

Tama menegaskan bahwa keberhasilan Jawa Barat mengembangkan energi bersih tanpa mengorbankan konservasi dapat menjadi contoh nasional.

Tebar Kepedulian, Toko Bangunan Puspa Santuni 80 Anak Yatim di Sindangbarang

“Kami ingin menunjukkan bahwa energi bersih dan perlindungan alam bukan pilihan yang saling meniadakan. Keduanya bisa berjalan berdampingan jika dikelola dengan ilmu dan integritas,” paparnya.

Staf Khusus Menteri ESDM, Pradana Indraputra, menyebut PLTP sebagai salah satu tulang punggung masa depan energi Indonesia.

“Geothermal bukan hanya proyek teknis, tetapi simbol keseriusan pemerintah dalam mewujudkan ketahanan energi nasional sekaligus menekan emisi karbon,” jelasnya.

Selain itu, pengembangan PLTP di Cipanas digadang-gadang membawa manfaat ekonomi lokal melalui pembukaan lapangan kerja, peningkatan kapasitas teknis SDM daerah, hingga peluang baru untuk UMKM dan sektor pariwisata.

Sebagai bagian dari tata kelola yang terbuka, proyek ini melibatkan akademisi, media, masyarakat lokal, serta lembaga independen untuk memastikan proses berjalan sesuai standar konservasi dan keberlanjutan.

Voli Pantai Ramaikan Garda Pesona, Kunjungan Wisata Cidaun Meningkat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement